Rabu, 27 Januari 2010

MAKALAH METODE EKSPERIMEN

MAKALAH
“METODE EKSPERIMEN”

Disusun guna memenuhi tuags mata kuliah Hadits III
Dosen : Nurul Iman H.A. S.Ag, M.Si

Disusun oleh kelompok 2
1. ....................
2. ..................
3. .....................
4. ...............

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)AL-IHYA KUNINGAN
2009/2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kelompok kami dapat menyusun makalah ini dengan baik.
Makalah ini kami susun dengan menganalisis hasil pengamatan yang dilakukan oleh kelompok kami, kami berharap semoga makalah ini dapat berguna khususnya bagi kami umumnya bagi semuanya.
Kami menyadari, makalah ini mungkin jauh dari sempurna. Untuk itu diharapkan kritik dan saran dari dosen mata kuliah Hadits III sebagai penuntun langkah dalam perjalan menuju kesempurnaan.
Akhir kata kami ucapkan banyak terima kasih atas kritik dan sarannya dan semoga makalah ini dapat bermanfaat.



Ciawigebang, Januari 2010
Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar isi ii

BAB I PENDAHULUAN 1
A. Metode Eksperimen 1
1. Pengertian Metode Eksperiman 1
2. Metode Eksperimen Tepat Dipergunakan 3
3. Segi Kebaikannya Metode Eksperimen 3
4. Segi Negatifnya Metode Eksperimen 3
5. Saran-Saran Pelaksanaanya Metode Eksperiman 3
BAB II PENUTUP / KESIMPULAN 5
Daftar Pustaka 7

BAB I
PENDAHULUAN


Keberhasilan menanamkan nilai-nilai rohaniah dalam diri peserta didik, terkait dengan satu faktor dari sistem pendidikan, yaitu metode pendidikan yang dipergunakan pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan Ilahiyah, sebab dengan metode yang tepat, materi pelajaran akan dengan mudah dikuasai peserta didik.
Sebaik apapun tujuan pendidikan jika didukung oleh metode yang tepat, tujuan tersebut sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik.
Sebuah metode akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara lengkap atau tidak. Bahkan sering disebutkan cara atau metode kadang lebih penting dari pada materi itu sendiri. Oleh sebab itulah pemilihan metode pendidikan harus diakkan secara cermat, disesuaikan dengan faktor terkait. Sehingga hasil pendidikan dapat memuaskan.
Makalah yang disajikan yaitu tentang metode penddidikan dalam lingkup mikro yaitu metode eksperimen.

A. Medote Eksperimen.
1. Pengertian Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode pengajaran dimana guru dengan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang diketahui (misalnya : mengadakan eksperimen tentang tanah/debu yang dapat dipergunakan untuk tayamum, eksperimen untuk merawat jenzah dan sebagainya).
Hadits Rasulullah saw.

Artinya : Hadits Adam katanya hadits Syu’bah Ibnu Abdurahman Ibnu Abza dari ayahnya, katanya sorang laki-laki datang kepada Umar Ibnu Khattab, maka katanya saya sedang janabat dan tidak menemukan air, kata Ammar Ibnu Yasir kepada Ummar Ibnu Khattab, tidakkah anda ingat ketika saya dan anda dalam sebuah perjalanan, ketika itu anda belum shalat, sedangkan saya berguling-guling ditanah, kemudian saya shalat. Saya menceritakannya kepada Rasul saw kemudian Rasulullah saw bersabda : “Sebenarnya anda cukup begini”. Rasul memukulkan kedua telapak tangannya ke tanah dan meniupnya kemudian mengusapkan keduanya pada wajah. (HR. Al-Bukhari, 1 : 129)
Hadits di atas tergolong syarif marfu’ dengan kualitas perawi yang sebagian tergolong siqah dan siqah hafidz, siqah subut. Menurut Al-Askalani, hadits ini mengajarkan sahabat tentang tata cara tayamum dengan perbuatan. (Al-Askalani, 1 : 444). Sahabat Rasulullah saw melakukan upaya pensucian diri dengan berguling ditanah ketika mereka tidak menemukan air untuk mandi janabat. Pada akhirnya Rasulullah saw memperbaiki eksperimen mereka dengan mencontohkan tata cara bersuci menggunakan debu.
Firman Allah SWT surat Al-Maidah ayat 6
                                                                
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
2. Metode eksperimen tepat dipergunakan :
a. Apabila akan memberikan keterampilan tertentu.
b. Untuk memudahkan berbagai jenis penjelasan, sebab penggunaan bahasa lebih terbatas.
c. Untuk menghindari verbalisme.
d. Untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian, sebab lebih menarik
3. Segi kebaikannya metode eksperimen
a. Dengan metode ini anak-anak dapa menghayati dengan sepenuh hatinya mengenai pelajaran yang diberikan.
b. Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan anak.
c. Perhatian anak akan terpusat kepada apa yang dieksperimenkan.
d. Dengan metode ini sekaligus masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-anak dapat langsung terjawab.
e. Akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, karena anak mengamati langsung terhadap suatu proses.
4. Segi negatifnya metode eksperimen
a. Dalam pelaksanaan metode eksperimen biasanya memerlukan waktu yang banyak (panjang).
b. Apabila sarana peralatan kurang memadai atau alat-alatnya tidak sesuai dengan kebutuhan, maka metode ini kurang efektif.
c. Metode ini sukar dilaksanakan apabila anak belum matang untuk melaksanakan eksperimen.
d. Banyak hal-hal yang tidak dapat dieksperimenkan dalam kelas.
5. Saran-saran pelaksanaanya metode eksperimen.
a. Metode eksperimen hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis dan urgen dalam masyarakat.
b. Hendaknya metode eksperimen diarahkan agar murid-murid dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas, pembentukan sikap serta kecakapan praktis.
c. Hendaknya diusahakan agar semua anak dapat mengitkuti eksperimen dengan jelas (pengaturan ruang dan tempat duduk)
d. Sebagai pendahuluan, berilah pengertian sejelas-jelasnya landasan teori dari apa yang akan dieksperimenkan.
Dalam pelakasanaan pendidikan agama banyak dipergunakan metode eksperimen, terutama dalam menerangkan atau menjelaskan tentang cara mengerjakan (kasifiyat) atau ibadah (misalnya : berwudlu, shalat, haji dan lain sebagainya). Bahkan pada masa Rasulullah saw dahulu, pengajaran shalat dilakukan dengan eksperimen, hal ini tergambar pada hadits Rasulullah saw : yang artinya



Artinya “shalatlah kamu sekalian seperti apa yang sedang aku lakukan”.
Firman Allah SWT surat Al-Ankabut ayat 45 :
                        
Artinya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

BAB II
PENUTUP / KESIMPULAN

1. Metode eksperimen adalah metode pengajaran dimana guru dengan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang diketahui (misalnya : mengadakan eksperimen tentang tanah/debu yang dapat dipergunakan untuk tayamum, eksperimen untuk merawat jenzah dan sebagainya).
2. Metode eksperimen tepat dipergunakan :
a. Apabila akan memberikan keterampilan tertentu.
b. Untuk memudahkan berbagai jenis penjelasan, sebab penggunaan bahasa lebih terbatas.
c. Untuk menghindari verbalisme.
d. Untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian, sebab lebih menarik
3. Segi kebaikannya metode eksperimen
a. Dengan metode ini anak-anak dapa menghayati dengan sepenuh hatinya mengenai pelajaran yang diberikan.
b. Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan anak.
c. Perhatian anak akan terpusat kepada apa yang dieksperimenkan.
d. Dengan metode ini sekaligus masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-anak dapat langsung terjawab.
e. Akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, karena anak mengamati langsung terhadap suatu proses.
4. Segi negatifnya metode eksperimen
a. Dalam pelaksanaan metode eksperimen biasanya memerlukan waktu yang banyak (panjang).
b. Apabila sarana peralatan kurang memadai atau alat-alatnya tidak sesuai dengan kebutuhan, maka metode ini kurang efektif.
c. Metode ini sukar dilaksanakan apabila anak belum matang untuk melaksanakan eksperimen.
d. Banyak hal-hal yang tidak dapat dieksperimenkan dalam kelas.
5. Saran-saran pelaksanaanya metode eksperimen.
a. Metode eksperimen hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis dan urgen dalam masyarakat.
b. Hendaknya metode eksperimen diarahkan agar murid-murid dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas, pembentukan sikap serta kecakapan praktis.
c. Hendaknya diusahakan agar semua anak dapat mengitkuti eksperimen dengan jelas (pengaturan ruang dan tempat duduk)
d. Sebagai pendahuluan, berilah pengertian sejelas-jelasnya landasan teori dari apa yang akan dieksperimenkan.

DAFTAR PUSTAKA


Sumber : “Methodologi Pendidikan Agama”

2 komentar:

  1. Mampirr, slm knal yaaa... please follow me dan aq jga akan follow u, tq... Tar aq psg link u di Friends' Links aq... tq
    Salam dr sesama warga Ciawi Gebang neeehhh... sukses aja ya bwt smuaa...

    BalasHapus